DomaiNesia

Minggu, 18 Juli 2021

Skenario Ppkm Darurat Hingga 6 Minggu, Pengusaha: Banyak Phk, Kerja Keras Tutup!

Ojol boleh melalui penyekatan di Fatmawati Jaksel asalkan tunjukan bukti orderan makanan
Skenario PPKM Darurat Sampai 6 Minggu, Pengusaha: Banyak PHK, Usaha Tutup!

Jakarta - Pemerintah menghasilkan skenario PPKM Darurat 4 hingga 6 minggu. Hal itu diterangkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Skenario itu dibentuk dikarenakan adanya risiko pandemi COVID-19 yang masih tinggi akhir adanya varian delta.

Menanggapi kabar tersebut pebisnis mal mengatakan, bila PPKM Darurat hingga 6 minggu maka akan banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kemudian penyewa juga diperkirakan akan ada yang menutup usahanya.

"Akan terjadi banyak PHK dan juga diperkirakan akan ada penyewa yang menutup usahanya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, terhadap detikcom Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, skenario PPKM Darurat diperpanjang bukan cuma akan memberatkan Pusat Perbelanjaan, namun semua dunia jerih payah yang juga akan terdampak.

"Jika ternyata PPKM Darurat diperpanjang hingga dengan 6 minggu maka pastinya akan sungguh memberatkan bukan cuma Pusat Perbelanjaan saja namun juga seluruh dunia usaha," lanjutnya.

Alphonzus pun mengungkap ada sejumlah seruan terhadap pemerintah untuk pebisnis sentra perbelanjaan, di antaranya dispensasi pembayaran listrik, gas, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame dan yang lain menyerupai royalti hingga retribusi perizinan.

"Diminta tutup namun tetap ditagih banyak sekali pungutan dan pajak / retribusi. Pusat Perbelanjaan mesti tetap mengeluarkan duit banyak sekali tagihan walaupun cuma beroperasi secara terbatas bahkan pada di saat diminta tutup sekalipun," katanya.

Sebagai informasi, skenario untuk menjalankan PPKM darurat selama 4-6 ahad dibentuk sebab adanya risiko pandemi COVID-19 yang masih tinggi akhir adanya varian delta.

Sri Mulyani menjelaskan, oleh karena itu APBN akan diperkuat untuk merespons efek negatif kenaikan permasalahan COVID-19 terhadap perekonomian dan dikehendaki akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM Darurat, dan kesiapan metode kesehatan, baik itu kepraktisan kesehatan dan tenaga kesehatan.

Sri Mulyani menyebut pihaknya akan kembali menjalankan realokasi dan refocusing tahap III untuk mendukung pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 31 triliun.

Simak video 'Mal Ditutup, Tukang Servis HP di PGC 'Turun' ke Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Agar Investasi Tak Menyerupai 'Beli Kucing Dalam Karung', Ini Tipsnya

Foto: Getty Images/iStockphoto/Sitthiphong Jakarta - Jumlah penanam modal di Jawa Barat meningkat dalam bertahun-tahun terakhir. Sampai d...